Sabtu, 04 Maret 2017

Penilaian di SD berdasar KTSP Bagian 1



BAB I
PENDAHULUAN



Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik (dalam hal ini guru), satuan pendidikan dan pemerintah. Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh guru satuan pendidikan termasuk penilaian internal (internal assessment), sedangkan yang diselenggarakan pemerintah termasuk penilaian eksternal (external assessment).  Penilaian internal adalah penilaian yang direncanakan dan dilakukan oleh pendidik pada proses pembelajaran berlangsung dalam rangka penjaminan mutu.  Penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pengendali mutu, seperti ujian nasional.

Penilaian kelas merupakan penilaian internal terhadap proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh pendidik, dalam hal ini guru di kelas atas nama satuan pendidikan untuk menilai kompetensi peserta didik pada saat dan akhir pembelajaran.
 


B.  Tujuan

Penyusunan model Penilaian Kelas ini bertujuan untuk:
1.    Memberikan informasi mengenai orientasi baru  dalam penilaian hasil belajar peserta didik.
2.    Memberikan wawasan tentang konsep penilaian hasil belajar yang dilaksanakan pada tingkat kelas oleh pendidik.
3.    Memberikan rambu-rambu penilaian hasil belajar.
4.    Memberikan prinsip-prinsip perencanaan, pengolahan dan pelaporan hasil penilaian.


C.  Ruang lingkup

Isi model penilaian kelas ini  meliputi konsep dasar penilaian kelas, teknik penilaian, langkah-langkah pelaksanaan penilaian, pengelolahan hasil penilaian serta pemanfaatan dan  pelaporan hasil penilaian. Dalam konsep penilaian, akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian, manfaat penilaian, fungsi penilaian dan rambu-rambu penilaian. Teknik penilaian akan menjelaskan berbagai cara dan alat penilaian. Langkah-langkah pelaksanaan penilaian memberikan arahan penetapan indikator, penetapan kriteria ketuntasan setiap indikator, pemetaan kompetensi dan teknik penilaian yang sesuai serta contoh penilaiannya. Pengelolaan hasil penilaian memberikan arahan dalam menganalisis, menginterpretasi, dan menentukan nilai pada setiap proses dan hasil pembelajaran. Pemanfaatan dan pelaporan hasil penilaian mencakup pemanfaatan hasil, bentuk laporan hasil penilaian dan penentuan kenaikan kelas.



Model Penilain kelas ini diperuntukkan bagi pihak-pihak berikut:
1.    Para pendidik di satuan pendidikan untuk menyusun program penilaian kelas.
2.    Pengawas dan kepala satuan pendidikan untuk merancang  program supervisi pendidikan di satuan pendidikan.
3.    Para penentu kebijakan di daerah untuk membuat kebijakan dalam  penilaian kelas yang sesuai untuk satuan pendidikan.






Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi dasar setelah mengikuti proses pembelajaran.

Data yang diperoleh pendidik selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator yang akan dinilai. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan masing-masing. Data tersebut diperlukan sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian tertulis (paper and pencil test) atau lisan, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri.

Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelum mengikuti proses pembelajaran, dan dianalisa apakah ada peningkatan kemampuan, bila tidak terdapat peningkatan yang signifikan, maka guru memunculkan pertanyaan; apakah program yang saya buat terlalu sulit?, apakah cara mengajar saya kurang menarik?, apakah media yang digunakan tidak sesuai?, dan lain-lain. Tingkat kemampuan satu peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, agar tidak merasa rendah diri, merasa dihakimi oleh pendidik tetapi dibantu untuk mencapai kompetensi atau indikator yang diharapkan.



Manfaat penilaian kelas antara lain sebagai berikut:
1.    Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.
2.    Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik.
3.    Untuk umpan balik bagi pendidik dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
4.    Untuk masukan bagi pendidik guna merancang kegiatan belajar.
5.    Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite satuan pendidikan tentang efektivitas pendidikan.
6.    Untuk memberi umpan balik bagi pengambil kebijakan (Diknas Daerah) dalam mempertimbangkan konsep penilaian kelas yang digunakan.


C.  Fungsi Penilaian Kelas

Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai berikut:
1.  Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi.
2.  Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami kemampuan dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan).
3.  Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu pendidik menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan.
4. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 
5. Sebagai kontrol bagi pendidik dan satuan pendidikan tentang kemajuan perkembangan peserta didik.


D. Prinsip-prinsip Penilaian Kelas

1. Validitas
Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. Dalam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, misalnya indikator ” mempraktikkan gerak dasar jalan..”, maka penilaian valid apabila mengunakan penilaian unjuk kerja. Jika menggunakan tes tertulis maka penilaian tidak valid.
 
2.  Reliabilitas
Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian. Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Misal, pendidik menilai dengan unjuk kerja, penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila unjuk kerja itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan unjuk kerja  dan penskorannya harus jelas.



3.  Menyeluruh
Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh mencakup seluruh domain yang tertuang pada setiap kompetensi dasar. Penilaian harus menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi peserta didik, sehingga tergambar profil  kompetensi peserta didik.

4.  Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran pencapaian kompetensi peserta didik dalam kurun waktu tertentu.

5.  Obyektif
Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. Untuk itu, penilaian harus adil, terencana, dan menerapkan kriteria yang jelas dalam  pemberian  skor.

6. Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, memperbaiki proses pembelajaran bagi pendidik, meningkatkan kualitas belajar dan membina peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara optimal.


E. Penilaian Hasil Belajar Masing-masing  Kelompok Mata Pelajaran

1.    Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui:
1). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai   perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik.
2). Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.
2.    Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai.
3.    Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik.
4.    Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga,dan kesehatan dilakukan melalui:
1). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai  perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik; dan
2). Ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.




F.  Rambu-Rambu Penilaian Kelas

Dalam melaksanakan penilaian, pendidik sebaiknya:
1.    Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.
2.    Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri.
3.    Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik.
4.    Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik.
5.    Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan dan hasil belajar peserta didik.
6.    Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat dilakukan dengan teknik atau cara penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
7.    Mendidik dan meningkatkan mutu proses pembelajaran seefektif mungkin.



Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan penjabaran dari standar isi dan standar kompetensi lulusan. Di dalamnya memuat standar kompetensi  dan kompetensi dasar secara utuh yang merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai karakteristik masing-masing mata pelajaran.

Muatan dari standar isi pendidikan adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar. Satu standar kompetensi  terdiri dari beberapa kompetensi dasar, dan setiap kompetensi dasar dijabarkan ke dalam indikator-indikator pencapaian hasil belajar yang dirumuskan atau dikembangkan oleh pendidik  dan komite satuan pendidikan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi satuan pendidikan/daerah masing-masing.  Indikator-indikator yang dikembangkan tersebut merupakan acuan yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar bersangkutan.

Teknik penilaian yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik indikator, standar kompetensi dasar dan kompetensi. Tidak menutup kemungkinan bahwa satu indikator dapat diukur dengan beberapa teknik penilaian, hal ini karena memuat domain kognitif, psikomotor dan afektif.



TEKNIK PENILAIAN
DAN
PENILAIAN DI KELAS AWAL SEKOLAH DASAR


Untuk mengumpulkan informasi atau data tentang kemajuan belajar peserta didik dapat dilakukan beragam teknik, baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik mengumpulkan informasi atau data tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian satu kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil relajar, baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor. Ada lima teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian portofolio. 


A. TEKNIK – TEKNIK PENILAIAN .


a.  Pengertian

Penilaian unjuk kerja  merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati  kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai kompetensi yang menuntut peserta didik  melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi dan lain-lain.  Cara penilaian ini dianggap  lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.

Penilaian  unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
1)    Langkah-langkah unjuk kerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
2)    Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam unjuk kerja tersebut.
3)    Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesai-kan tugas.
4)    Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.
5)    Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan pengamatan.





b.  Teknik Penilaian Unjuk Kerja

Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk  menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai kemampuan lompat jauh peserta didik, misalnya  dilakukan pengamatan atau observasi yang beragam, seperti: teknik mengambil awalan, teknik tumpuan, sikap/posisi tubuh saat di udara, teknik mendarat. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut:

a). Daftar Cek (Check-list)
Pengambilan data penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya-tidak). Aspek yang akan dinilai dicantumkan di dalam format penilaian penilaian unjuk kerja. Selama melakukan pengamatan unjuk kerja peserta didik, guru memberikan tanda (V) pada setiap aspek yang dinilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah, namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar. Berikut contoh daftar cek.

Contoh checklists
 Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung
(Menggunakan Daftar Tanda Cek)
Nama peserta didik: ________                        Kelas: _____
No.
Aspek Yang Dinilai
Baik
Tidak baik
1.
Teknik awalan


2.
Teknik tumpuan


3.
Sikap/posisi tubuh saat di udara


4.
Teknik mendarat


Skor yang dicapai


Skor maksimum



b). Skala Penilaian (Rating Scale)
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten,  2 = cukup kompeten, 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten.  Berikut contoh skala penilaian.



Contoh rating scales
Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung
(Menggunakan Skala Penilaian)
Nama Peserta didik: ________                                 Kelas: _____
No.
Aspek Yang Dinilai
Nilai


1
2
3
4
1.
Teknik awalan




2.
Teknik tumpuan




3.
Sikap/posisi tubuh saat di udara




4.
Teknik mendarat




Jumlah




Skor Maksimum
16







Keterangan penilaian:
1 = tidak kompeten
2 = cukup kompeten
3 = kompeten
4 = sangat kompeten
Jika seorang Peserta didik memperoleh skor 16 dapat ditetapkan ”sangat kompeten”.

Mata Pelajaran      : Matematika
Kelas/Semester      : II / 1
Mata Pelajaran       : Matematika
Kelas / Semester    : II / 1
No
S K
K D
Indikator
KK
Aspek
Tehnik
Penilaian
1
Menggunakan pengukuran waktu,panjang,dan berat dalam pemecahan masalah .
Menggunakan alat ukur tidak baku dan baku (cm,m) yang sering digunakan .
·      Peserta didik menyebutkan macam – macam alat ukur panjang tidak baku dalam kehidupan sehari-hari (jengkal,depa,langkah,kaki dll)
·      Peserta didik dapat menggunakan alat ukur tidak baku (jengkal,depa,pecak (panjang telapak kaki) langkah kaki dll)
·      Peserta didik menyebutkan alat ukur baku cm , m yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari – hari .
·      Peserta didik dapat menggunakan alat ukur baku untuk mengukur panjang suatu benda.
·      Peserta didik dapat menarik kesimpulan bahwa pengukuran dengan alat ukur tidak baku hasilnya berbeda.
65%






65%





65%




65%




60%
Pemahaman Konsep





Penalaran dan Komunikasi



Pemahaman Konsep



Pemecahan masalah



Pemecahan masalah
Tetulis






Unjuk Kerja




Tertulis




Unjuk Kerja



Tertulis





Contoh Penilaian Kinerja

Jenis tugas: Catatlah hasil kerja pada laporan hasil kerja
Lakukan kegiatan di bawah ini secara individu .
1.    Ukurlah panjang mejamu dengan jengkal!
2.    Ukurlah lebar mejamu dengan jengkal!
3.    Ukurlah panjang buku matematika dengan penggaris!
4.    Ukurlah lebar buku matematika dengan penggaris!
5.    Ukurlah lebar mejamu dengan penggaris!

Konversi Nilai:   Score Yang didapat    X   100    =   ............
                                             Score Maksimum

Mata Pelajaran : Seni dan Budaya (Seni Musik)
Kelas/Semester : IV/1
No
S K
K D
Indikator
KK
Aspek
Tehnik
Penilaian
1
Mengekspresikan diri melalui karya seni musik.
Menyiapkan permainan alat musik ritmis.
·   Mendemostrasikan permainan alat musik ritmis.

·   Mendemonstrasikan bermain alat musik ritmis campuran.

·   Mendemonstrasikan bernyanyi  dan bermain alat musik ritmis.
·   Memberikan penilaian terhadap penampilan bernyanyi dan bermain musik temannya.
70%



70 %




65 %



70 %
Kreasi



Kreasi




Kreasi



Apresiasi
Unjuk Kerja


Unjuk Kerja



Unjuk Kerja


Tertulis


Jenis tugas: mainkanlah salah satu alat musik ritmis dengan teknik yang benar.

Bentuk Penilaian Unjuk Kerja
Permainan alat musik ritmis.
No.
Nama Peserta didik
Penampilan
Teknik bermain alat musik

Harmoni


Score
Nilai
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
Yuri MR












9
100
2
Refi MR












7
77
3
Yundi AM












8
88
4
























5

























Keterangan Penilaian.
Score Maksimum = 9
Konversi Nilai:   Score Yang didapat    X   100    =   ............
                                             Score Maksimum
Kriteria Dalam Penilaian.
Penampilan.
3. Penampilan sempurna.
2. Penampilan baik, tetapi  masih kaku, kurang luwes.
1. Penampilan tidak sempurna, sering membelakangi penonton.

Teknik Bermain alat musik ritmis.
3. Teknik bermain alat musik  sempurna.
2. Bermain alat musik dengan teknik sempurna, tetapi masih ada yang kurang sempurna.
1. Bermain alat musik dengan teknik tidak  sempurna.

Harmoni/Aransemen.
3. Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik sempurna.
2. Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik ritmis masih ada yang kurang sempurna.
1. Keserasian nada dan permainan alat musik ritmis kurang sempurna.

Penilaian Unjuk Kerja.
Jenis tugas: nyanyikanlah salah lagu pilihan dengan iringan alat musik ritmis.

Bentuk Penilaian Unjuk Kerja
Bernyanyi dan bermain alat musik ritmis.
No.
Nama Peserta didik
Penampilan
Teknik bernyanyi dan bermain alat musik

Harmoni


Score
Nilai
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
Yuri MR












9
100
2
Refi MR












7
77
3
Yundi AM












8
88
4
























5








































































































Keterangan Penilaian.
Score Maksimum = 9
Konversi Nilai:   Score Yang didapat    X   100    =   ............
                         Score Maksimum

Kriteria Dalam Penilaian.
Penampilan.
3. Penampilan sempurna.
2. Penampilan baik, tetapi  masih kaku, kurang luwes.
1. Penampilan tidak sempurna, sering membelakangi penonton.

Teknik bernyanyi dan bermain alat musik ritmis.
3. Teknik bernyanyi dengan iringan alat musik ritmis sempurna.
2. Teknik bernyanyi dengan iringan alat musik ritmis  masih ada yang kurang sempurna.
1. Teknik bernyanyi dengan iringan alat musik kurang sempurna.

Harmoni.
3. Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik ritmis  sempurna.
2. Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik ritmis  masih ada yang kurang sempurna.
1. Keserasian nada dan permainan alat musik ritmis kurang sempurna.



a.  Pengertian
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Penilaian jenis ini cenderung digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik berkaitan dengan konsep, prosedur, dan aturan-aturan. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.

b.  Teknik Penilaian
Ada dua bentuk soal  tes tertulis, yaitu:
a). Soal dengan memilih jawaban  
·   pilihan ganda
·   dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)
·   menjodohkan
b). Soal dengan mensuplai-jawaban.  
·   isian singkat atau melengkapi
·   uraian terbatas 
·   uraian obyektif / non obyektif
·   uraian terstruktur / nonterstruktur .

Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benar-salah, isian singkat, dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Pilihan ganda mempunyai kelemahan, yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan cenderung menerka jawaban. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas.

Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas.

Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut.
1)    Materi, misalnya kesesuian soal dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum tingkat satuan pendidikan;
2)    Konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas.
3)    Bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/ kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.
4)    Kaidah penulisan , harus berpedoman pada kaidah penulisan soal yang baku dari berbagai bentuk soal penilaian .

Contoh Penilaian Tertulis:
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester           : II / 1
No
S K
K D
Indikator
KK
Aspek
Tehnik
Penilaian
1
Menggunakan pengukuran waktu, panjang, dan berat dalam pemecahan masalah .
Menggunakan alat ukur tidak baku dan baku (cm,m) yang sering digunakan .
·      Peserta didik menyebutkan macam – macam alat ukur panjang tidak baku dalam kehidupan sehari-hari (jengkal,depa,langkah,kaki dll)
·      Peserta didik dapat menggunakan alat ukur tidak baku (jengkal,depa,pecak (panjang telapak kaki) langkah kaki dll)
·      Peserta didik menyebutkan alat ukur baku cm , m yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari – hari
·      Peserta didik dapat menggunakan alat ukur baku untuk mengukur panjang suatu benda.
·      Peserta didik dapat menarik kesimpulan bahwa pengukuran dengan alat ukur tidak baku hasilnya berbeda.
65%







65%





65%





60%



60%
Pemahaman Konsep






Penalaran dan Komunikasi



Pemahaman Konsep




Pemecahan masalah


Pemecahan masalah
Tetulis







Unjuk Kerja




Tertulis





Unjuk Kerja


Tertulis

I.   Bentuk Piliahan Ganda
Berilah tanda silang pada huruf di depan jawaban yang paling tepat ! Skor : Setiap jawaban benar diberi nilai 1 .
1.    Yang termasuk alat ukur tidak baku yaitu ….
a. meter           b.centimeter                             c.jengkal
2.    Yang termasuk alat ukur baku ialah ….
a. cm                b. depa                           c.langkah kaki
3.  dst....

II. Bentuk Isian
Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat ! Skor :Setiap jawaban benar diberi nilai 2.
1.    Satuan panjang Centimeter dan Meter adalah contoh alat ukur .......
2.    Satuan panjang langkah kaki , depa dan jengkal termasuk alat ukur ….
3.    Karena  menggunakan alat ukur tidak baku , maka hasil pengukurannya ….
4.  dst.....

Penilaian:
Nilai = Banyak jawaban benar
                                                     x 100
          Banyak soal

Kelas/Semester : IV / 2
No
S K
K D
Indikator
KK
Aspek
Tehnik
Penilaian
1
Menunjukkan sikap terhadap globalisasi yang terjadi di lingkungannya .
Menentukan sikap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya.
·   Menjelaskan pengertian globalisasi .
·   Mengidentifikasi  sikap-sikap yang sesuai dengan kepribadian Indonesia .
·   Menyebutkan contoh sikap positif dari globalisasi .
·   Menyebutkan contoh pengaruh negatif dari globalisasi
·   Menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan kepribadian Indonesia.


65 %


70 %





65 %


70 %



65 %
Penguasaan Konsep

Penguasaan Konsep




Penguasaan Konsep

Penguasaan Konsep


Penerapan
Tertulis


Tertulis





Tertulis


Tertulis



Penilaian Sikap


Contoh Penilaian Tertulis
I.   Isilah titik – titik pada soal di bawah ini dengan jawaban singkat dan tepat !
1.    Pengaruh positif globalisasi di bidang komunikasi di lingkugan masyarakat misalnya ….
2.    Kecenderungan masyarakat menyukai jenis musik jaz termasuk pengaruh negatif globalisasi bidang ….
3.    Terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia sikap kita seharusnya ….
4.  dst.....

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1.    Jelaskan  yang dimaksud dengan istilah globalisasi !
2.    Berikan tanggapan dan alasan terhadap  pernyataan di bawah ini ?
a.   Dengan globalisasi kitta semakin mudah menikmati siaran televisi luar negeri .
b.   Karena pengaruh globalisasi masyarakat cenderung bersikap konsumtif .
3.  dst.....

Penilaian:
Nilai = Banyak jawaban benar
                                                     x 100
          Banyak soal

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/Semester           : IV / 1
No
S K
K D
Indikator
KK
Aspek
Tehnik
Penilaian
1
Memahami daur hidup beragam jenis makhluk hidup .
Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan di lingkungan sekitar , misalnya kecoa , kupu-kupu dan kucing.
·  Mengadakan pengamatan tahapan kehidupan kupu-kupu. Kecoa dan nyamuk.
·  Menyebutkan urutan daur hidup hewan. Misalnya : kupu-kupu , nyamuk dan kecoa secara lengkap dan jelas.
·  Mendeskripsikan metamorfisis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
·  Melaporkan hasil pengamatan terhadap daur hidup pada kambing dan kucing.
·  Menyimpulkan bahwa tidak semua hewan mengalami perubahan dalam hidupnya (metamorfosis) berdasarkan pengamatan.
65%





70%







65%





60%







65%



Kinerja Ilmiah




Penguasaan Konsep






Penguasaan Konsep




Kinerja Ilmiah






Penguasan Konsep


Proyek





Tertulis







Tertulis





Proyek







Tertulis

Contoh  Penilaian
A. Penilaian penguasaan konsep
I.   Jawablah dengan singkat dan jelas
1.    Urutkan gambar-gambar berikut ini yang menunjukkan pertumbuhan insekta dengan cara memberi nomor di bawahnya.
a. Kupu-kupu
Gbr. Daun dan telur kupu-kupu

Gbr. Kupu-kupu hinggap di bunga

Gbr. kepompong

Gbr. ulat memakan daun      
      
b. Kecoa
Gbr. Kecoa kecil             
Gbr. Telur kecoa                
Gbr. Kecoa dewasa        

2.    Pada tahap apa dalam daur hidup nyamuk hidup di air?
3.    Berapa hari perubahan dari telur menjadi kupu-kupu?
4.    Berapa hari dari ulat berubah menjadi kepompong dan kepompong menjadi kupu-kupu?
5.    Apakah semua hewan mengalami tahapan daur hidup yang sama?
6.    Berilah keterangan pada daur hidup nyamuk berikut ini.
                                                   Gbr. Jentik-jentik

                                        Gbr.telur nyamuk                  Gbr. Kepompong

                                                   Gbr. Nyamuk


II. Silangilah huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling tepat.
1. Daur hidup nyamuk memerlukan     tahap.
a. satu                                c. tiga
b. dua                                 d. empat
2. Daur hidup kupu-kupu  memerlukan      tahap.
a. satu                                c. tiga
b. dua                                 d. empat
3.  Setelah telur kupu-kupu menetas kemudian berubah menjadi …
a. kupu-kupu                       b. kepompong
c. ulat                                 d. jentik-jentik
4. Perubahan bentuk pada hewan menunjukkan adanya …
 a. pertumbuhan                   b. perkembangbiakan
 c. aktivitas     hewan           d. persamaan hewan

Penilaian:
Nilai = Banyak jawaban benar
                                                     x 100
          Banyak soal


3.  Penilaian Proyek
a.  Pengertian
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.

Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan sesuatu secara jelas.
Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:

1)    Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
2)    Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
3)    Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi pendidik berupa  petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.

b.  Teknik  Penilaian Proyek
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, pendidik perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.

Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek:
Tugas :    lakukan penelitian sederhana  tentang kandungan yudium dalam garam yang beredar di masyarakat
Contoh Penilaian Proyek:
Penilaian Kinerja ilmiah
Aspek yang dinilai
Skor
B
C
K
Keterampilan
1.   merencanakan penelitian



2.   aktivitas pengamatan



3.   menggambar hasil pengamatan



4.   pembuatan catatan hasil pengamatan



5.   pelaporan



Sikap



1.   mampu bekerjasama



2.   sistematis dalam mengerjakan tugas



3.   mengerjakan tugas dengan serius



Keterangan:
B: skor 5;
C: skor 3;
K: skor 1

Contoh Penilaian Proyek ( Aspek Kinerja Ilmiah  ).
Unsur Yang Dinilai
Skor
Baik
Sedang
Kurang
Ketrampilan :
1.   Merencanakan penelitian/pengamatan  (menyiapkan perlengkapan , alat dab bahan)



2.   Aktifitas pelaksanaan pengamatan.



3.   Membuat laporan sementara (konsep) hasil pengamatan



4.   Menyusun hasil pengamatan dan menerima masukan perbaikan.



5.   Memperbaiki laporan setelah menerima masukan.



Sikap :



1.   Kemampuan bekerja sama dalam kelompok



2.   Sistematis dalam mengerjakan tugas kelompok



3.   Tanggungjawab dalam menjalankan tugas (keseriusan)







Keterangan:
Baik : 5   , Sedang  :  3     Kurang   : 1 .

 



Contoh Pemetaan Penilaian


Kelompok Mata Pelajaran : Matematika/SD
Kelas/Semester               : V/1



Standar Kompetensi



Kompetensi Dasar



Indikator



KK



Aspek
Tehnik Penilaian
Tes
Performance
Sikap
Produk
Proyek
Portofolio
Penilaian Diri
4. Menghitung volume kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.
4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume kubus dan balok.


Menggunakan volume kubus dan balok untuk menyelesaiakan masalah.


70%




Penalaran dan komunikasi








-






-






-













-






-








Mata Pelajaran  : Matematika.
Nama Proyek     : Masalah yang berkaitan dengan volume kubus dan balok.
Alokasi Waktu   : Satu bulan
Aspek               : Penalaran dan komunikasi.

Nama Siswa      : ……………………                 Kelas/semester : V/1

No
Aspek
Skor (1 – 5)
1
Perencanaan:
a.   Persiapan
b.   Rumusan Judul


2
Pelaksanaan:
a.   Sistematika Penulisan
b.   Keakuratan Sumber Data/Informasi
c.    Kuantitas Sumber Data
d.   Analisis Data
e.   Penarikan Kesimpulan


3
Laporan Proyek
a.   Performance
b.   Presentasi / Penguasaan




Total Skor




Contoh Soal
Carilah benda berbentuk bangun ruang sederhana yang ada di sekitar rumahmu, misal benda itu berbentuk kubus, balok, limas, atau prisma.
Selanjutnya hitunglah berapa banyaknya air yang dapat dimasukkan ke dalam benda ruang tersebut.


Rubrik Penskoran

Level
Deskripsi


4
(superior)
·     Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan menarik.
·     Sistematikanya baik, sumber data akurat dan memadai.
·     Membuat daftar hasil pengukuran.
·     Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh benar, dan membuat kesimpulan.
·     Performance hasil pekerjaannya bersih, rapi.


3
(memuaskan)
·     Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan menarik.
·     Sistematikanya baik, sumber data akurat dan memadai.
·     Membuat daftar hasil pengukuran.
·     Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh benar, dan membuat kesimpulan.
·     Performance hasil pekerjaannya kotor dan tidak rapi.


2
(cukup memuaskan)
·     Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan menarik.
·     Sistematikanya baik, sumber data akurat dan memadai.
·     Membuat daftar hasil pengukuran.
·     Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh benar, dan tidak membuat kesimpulan.
·     Performance hasil pekerjaannya kotor dan tidak rapi.


1
(cukup)
·     Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik tetapi tidak menarik.
·     Sistematikanya kurang baik, sumber data akurat dan memadai.
·     Membuat daftar hasil pengukuran.
·     Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh benar, dan tidak membuat kesimpulan.
·     Performance hasil pekerjaannya kotor dan tidak rapi.



 

4.  Penilaian Produk
a.  Pengertian
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk.  Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.

Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
1)    Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
2)    Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
3)    Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian kualitaws produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.

b.  Teknik Penilaian Produk
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
1)    Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.
2)    Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.

CONTOH PEMETAAN PENILAIAN


Kelompok Mata Pelajaran : IPTEK/Matematika/SD
Kelas/Semester               : V/2




Standar Kompetensi



Kompetensi Dasar



Indikator



Kriteria
Ketuntasan



Aspek
Tehnik Penilaian
Tes
Performance
Sikap
Produk
Proyek
Portofolio
Penilaian Diri
6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun.
6.3. Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana.



Menggambar jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas.

Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas.

70



65
Pemahaman Konsep


Pemecahan Masalah



-
-



-
-



-
-



-



-
-



-
-



-



Mata Pelajaran  : Matematika.
Nama Produk    : Jaring-jaring bangun ruang sisi datar.
Alokasi Waktu   : Satu bulan
Aspek               : Pemecahan Masalah

Nama Siswa      :        ……………………                             Kelas/semester : V/2

No
Aspek
Skor (1 – 4)
1
Perencanaan Bahan


2
Proses Pembuatan:
f.     Persiapan Alat dan Bahan
g.    Tehnik Pembuatan
h.   Keamanan, Keselamatan dan Kebersihan


3
Hasil Produk:
c.    Bentuk fisik
d.   Inovasi



Total Skor


Contoh Soal:
Buatlah jaring-jaring bangun ruang sisi datar masing-masing satu buah.
Ukuran panjang rusuk minimal 10 cm.

Prosedure Penilaian

Menggunakan rubrik penskoran

Rubrik Penskoran

Level

Deskripsi

3

(superior)
·   Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.
·   Penggunaan alat, bahan aman dan efisien
·   Membuat uraian langkah-langkah pembuatan
·   Membuat uraian cara penggunaannya
·   Hasil yang diperoleh benar, rapih dan bersih
·   Terdapat unsur inovasi

2

(memuaskan
·   Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.
·   Penggunaan alat, bahan aman dan efisien
·   Membuat uraian langkah-langkah pembuatan
·   Membuat uraian cara penggunaannya
·   Hasil yang diperoleh benar, rapih dan bersih
·   Tidak terdapat unsur inovasi

1
(cukup memuaskan)
·   Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.
·   Penggunaan alat, bahan aman dan efisien
·   Membuat uraian langkah-langkah pembuatan
·   Membuat uraian cara penggunaannya
·   Hasil yang diperoleh benar, tidak rapih dan tidak bersih
·   Tidak terdapat unsur inovasi

0
(cukup)
·   Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.
·   Penggunaan alat, bahan aman dan efisien
·   Membuat uraian langkah-langkah pembuatan
·   Tidak membuat uraian cara penggunaannya
·   Hasil yang diperoleh benar, tidak rapih dan tidak bersih
·   Tidak terdapat unsur inovasi



5.  Penilaian  Portofolio
a.  Pengertian
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik yang dikumpulkan dari waktu ke waktu dari proses pembelajaran dan membandingkan hasil setiap karya tersebut. Dan pada setiap hasil karya peserta didik diungkapkan kekuatan dan kelemahannya, sehingga peserta didik memiliki catatan-catatan yang dapat memperbaiki hasil karyanya.

Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya Peserta didik secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleg pendidik dan peserta didik. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, pendidik dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik  dan terus  melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi, musik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di satuan pendidikan, antara lain:
1).Karya Peserta didik adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri.
     Pendidik melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri.

2).Saling percaya antara pendidik dan peserta didik
     Dalam proses penilaian pendidik dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik.

3).Kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik
     Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan

4).Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan pendidik
     Pendidik dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya.

5).Kepuasan
     Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri.

6).Kesesuaian
     Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi dasar.

7).Penilaian proses dan hasil
     Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan pendidik tentang unjuk kerja, sedangkan penilaian hasil diarahkan pada karya peserta didik.

8).Penilaian dan pembelajaran
     Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi pendidik untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik.


b.  Teknik Penilaian Portofolio
Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1). Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh pendidik untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya.

Proses ini tidak akan terjadi secara spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri.

2). Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda.

3). Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing atau loker masing-masing di satuan pendidikan.

4). Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.

5). Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. Contoh, Kriteria penilaian kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan tata bahasa, pemilihan kosa-kata, kelengkapan gagasan, dan  sistematika penulisan. Dengan demikian, peserta didik mengetahui harapan (standar) yang ditetapkan dan berusaha mencapai standar tersebut.

6). Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Pendidik dapat membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio.

7). Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta didik dan pendidik perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan, misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada pendidik.

8). Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika perlu, undang orang tua peserta didik dan  diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio, sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya.


6.  Penilaian Diri (self assessment)
a.  Pengertian
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status,  proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.

Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian konpetensi kognitif di kelas,  misalnya: peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian dirinya didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Berkaitan dengan penilaian kompetensi psikomotorik,  peserta didik dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain:
1). Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
2). Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;
3). Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

b.  Teknik Penilaian Diri
Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.
1). Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
2). Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
3.  Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian.
4). Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.
5). Pendidik mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.
6). Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.


Contoh Penilaian Diri .
Mate Pelajaran            : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas / Semester         : II / 2
Standar Kompetensi           : 4.  Menampilkan nilai-nilai Pancasila.
Kompetensi Dasar              : 4.1 Mengenal nilai kejujuran, kedisiplinan, senang bekerja dalam kehidupan sehari–                                               hari.
Aspek                         : Penerapan .

PETUNJUK :
1.  Isilah tabel di bawah ini dengan tanda ceklis (V) pada kolom yang sesuai
2.  Dengan pernyataan sikapmu terhadap pernyataan pada kolom sebelumnya.




No
Aspek Penilaian/Kriteria
Selalu
Kadang-kadang
Tidak Pernah
A
Kejujuran .



1
Setiap hari berkata jujur kepada orang tua .



2
Mengembalikan uang kembalian belanja kepada orang tua .



3
Menyerahkan nilai ulangan di satuan pendidikan walaupun nilainya jelek.



4
Menyampaikan alasan yang benar ketika terlambat masuk kelas



B
Kedisiplinan



1
Datang ke satuan pendidikan tidak terlambat
Bahkan lebih awal.



2
Mengerjakan Tugas / PR sesuai dengan yang dujadwalkan.



3
Pulang sekolah langsung bermain dengan teman sebelum sampai ke rumah.



4
Mengerjakan ibadah tepat waktu.



Catatan :
Jika peserta didik memberikan jawaban tidak sesuai dengan kenyataan sehari-hari dari hasil pengamatan pendidik di satuan pendidikan, berarti Peserta didik tersebut tingkat kejujurannya perlu diperbaiki.


B. PRINSIP – PRINSIP PENILAIAN KELAS I – III.
Beberapa prinsip penilaian UNTUK Kelas I – III antara lain :
1.    Prinsip integral dan komprehensif yakni penilaian dilakukan secara utuh dan menyeluruh terhadap semua aspek pembelajaran, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap/nilai.
2.    Prinsip kesinambungan yakni penilaian dilakukan secara berencana, terus-menerus dan bertahap untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan tingkah laku Peserta didik sebagai hasil dari kegiatan belajar. Untuk memenuhi prinsip ini, kegiatan penilaian harus sudah direncanakan bersamaan dengan kegiatan penyusunan program semester dan dilaksanakan sesuai dengan program yang telah disusun.
3.    Prinsip objektif  yakni penilaian dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang handal dan dilaksanakan secara objektif, sehingga dapat menggambarkan kemampuan yang diukur.
  1. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis, maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis.
  2. Kemampuan  membaca, menulis dan  berhitung  merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I - III. Oleh karena itu, penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas.
  3. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator-indikator dari masing-masing kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran.
  4. Penilaian pembelajaran tematik mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar Peserta didik. Penilaian proses belajar adalah upaya pemberian nilai terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dan Peserta didik, sedangkan penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai dengan menggunakan kriteria tertentu. Hasil belajar tersebut pada hakekatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai. Kompetensi tersebut dapat dikenali melalui sejumlah indikatornya yang dapat diukur dan diamati.
8.    Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan pendidik dalam mengambil keputusan.

Perlu dicatat bahwa satu jenis penilian tidak dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran/informasi tentang kemampuan, keterampilan, pengetahuan dan sikap seseorang. Untuk itu dalam pelaksanaan penilaian kelas pendidik diharapkan menggunakan beragam teknik penilaian untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik.


BAB IV
LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN

Untuk melaksanakan penilaian kelas terdapat beberapa urutan kerja yang harus dilakukan  yaitu:

A. Langkah Pertama: menjabarkan Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Pencapaian Hasil Belajar
Indikator merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur, seperti: mengidentifikasi, menghitung, membedakan, menyimpulkan, menceritakan kembali, mempraktekkan, mendemonstrasikan, dan mendeskripsikan.

Indikator pencapaian hasil belajar dikembangkan oleh pendidik dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik, keluasan dan kedalaman kompetensi dasar, dan daya dukung sekolah, misalnya kemampuan guru dan sarana atau perasarana penunjang. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator pencapaian hasil belajar. Indikator-indikator pencapaian hasil belajar dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian.

Contoh:   Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  menjadi Indikator.

1.  Mata pelajaran      : Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Kelas/Semester      : IV/1.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator*
Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya
Mempraktikkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama tim, sportivitas, dan kejujuran**)

·         Melempar bola ke berbagai arah
·         Melempar bola ke sararan  
·         Menangkap bola dengan dua tangan dari berbagai arah.
·         Memukul bola dengan tongkat pemukul
·         Menerapkan kerjasama team dalam permainan kasti.
·         Menyebutkan manfaat permainan kasti terahadap kesehatan tubuh.

Indikator* : dikembangkan oleh pendidik satuan pendidikan sesuai dengan kondisi daerah dan satuan pendidikan masing-masing .Satu KD dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator .

2. Mata pelajaran       : IPS
    Kelas / Semester     : I / 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator*
Memahami identi-
Tas diri dan kelu-
Arga , serta sikap
Saling menghormati dalam
Kemajemukan keluarga .

Mengidentifi -
kasi identitas diri, keluarga, dan
kerabat.

·    Peserta didik dapat menyebutkan identitas diri secara lisan di depan teman-temannya.
·    Peserta didik dapat menyebutkan sebutan  anggota keluarga inti .
·    Peserta didik dapat menyebutkan nama-nama anggota keluarga inti .
·    Peserta didik dapat menyebutkan sebutan kerabat dalam keluarga.

Indikator* : dikembangkan oleh pendidik satuan pendidikan sesuai dengan kondisi daerah dan satuan pendidikan masing-masing .Satu KD dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator .

3. Mata pelajaran      : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester    : III / 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator*
Menulis
Mengungkapkan pikiran,perasaan dan informasi dalam karangan sederhana dan puisi.
Menulis puisi ber-
dasarkan gambar dengan ilihan kata
yang menarik
·         Peserta didik dapat menyebutkan ciri – ciri kalimat dalam puisi.
·         Peserta didik dapat menulis puisi dengan benar .

Indikator* : dikembangkan oleh pendidik satuan pendidikan sesuai dengan kondisi daerah dan satuan pendidikan masing-masing .Satu KD dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator .


B.  Langkah kedua: menetapkan Kriteria Ketuntasan setiap indikator

Setelah menjabarkan kompetensi dasar menjadi beberapa indikator, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan kriteria ketuntasan setiap indikator, rentang persentase kriteria ketuntasan setiap indikator adalah antara 0% – 100%. Kriteria ketuntasan ideal untuk masing-masing indikator adalah 75%. Namun satuan pendidikan dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator, apakah 50%, 60% atau 70%. Sudut pandang yang diguanakn dalam penetapan adalah tingkat kemampuan akademis peserta didik, kompleksitas indikator dan daya dukung pendidik serta ketersediaan sarana dan prasarana.

Pada tahap awal penetapan kriteria ketuntasan indikator boleh-boleh saja agak rendah, namun diharapkan semaikin lama semakin meningkat, hal ini karena kualitas satuan pendidikan akan dinilai oleh pihak luar secara berkala, misalnya melalui ujian nasional. Hasil penilaian ini akan menunjukkan peringkat suatu satuan pendidikan dibandingkan dengan satuan pendidikan lain (benchmarking). Melalui pemeringkatan ini diharapkan satuan pendidikan terpacu untuk meningkatkan kualitasnya, dalam hal ini meningkatkan kriteria ketuntasan pencapaian indikator semakin mendekati 100%.



Contoh: penetapan kriteria ketuntasan indikator pada beberapa mata pelajaran:

1.  Mata pelajaran      : Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Kelas/Semester      : IV/1.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
Kriteria
Ketuntasan
Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya
Mempraktikkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama tim, sportivitas, dan kejujuran**)
·   Melempar bola dengan kontrol yang meningkat.

85%
·   Menangkap bola dengan kontrol yang meningkat.
85%
·   Memukul bola dengan tongkat
80%
·   Memintas dan menangkap bola dengan konsisten
80%
·   Mengembalikan bola dengan cepat dan akurat
80%
·   Memilih jenis lemparan dan pukulan untuk menyulitkan lawan
80%
·   Memperkirakan kemampuan berlari untuk mencetak angka
80%
·   Memilih tempat berdiri saat menjadi regu penjaga untuk menyulitkan regu pemukul
80%
·   Bermain kasti dengan menerapkan kerjasama team
75%
·   Menerapkan peraturan permainan
75%
·   Mengetahui manfaat setiap aktivitas terhadap tubuh
75%

 2. Mata pelajaran      : IPS
    Kelas / Semester     : I / 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator*
Kriteria
Ketuntasan
Memahami identi-
tas diri dan kelu-
arga , serta sikap
saling menghormati dalam
kemajemukan keluarga .
Mengidentifi -
kasi identitas diri , keluarga , dan
kerabat.

·    Peserta didik dapat menyebutkan identitas diri secara lisan di depan teman-temannya.
·    Peserta didik dapat menyebutkan sebutan  anggota keluarga inti .
·    Peserta didik dapat menyebutkan nama-nama anggota keluarga inti .
·    Peserta didik dapat menyebutkan sebutan kerabat dalam keluarga .

90%



90 %


90 %


85 %

Tidak ada komentar:

Posting Komentar